Ini sebenarnya cerpen saudaraku…
Tapi aku juga bantuin sedikit2, sih!
Baca, ya!
Aku tetap menunggu kritik dan saran yang membangun dari kalian semua…
—
Di kamar Lintar dan Nyopon…
“Malam ini begitu sunyi bagiku. Aku merasakan rindu kepadamu, papi.”
ucap Lintar. “Kalau kamu rindu sama papimu, coba lihat bintang-bintang
yang ada di atas langit. Mungkin cahaya bintang yang paling terang itu
adalah papimu.” Nyopon mencoba menghibur Lintar yang sedang murung.
Lintar langsung ke luar rumah untuk melihat bintang-bintang yang ada di
langit, dan Nyopon langsung mengikuti Lintar ke luar rumah.
“Lintar, lihatlah bintang-bintang yang bertabur di langit ini.” Nyopon menunjuk ke arah langit.
“Iya, Nyopon. Aku melihat bintang-bintang itu tersenyum dan tertawa
padaku, karena mereka melihat sikapku yang selalu merindukan papiku
tercinta.” Lintar pun tersenyum, “Sebenarnya, aku sungguh tak bisa
berpisah dengan papiku, walaupun hanya sedetik, karna ku begitu
mencintai papiku.”
Nyopon tahu perasaan Lintar yang merindukan papinya. Nyopon juga
merasakan hal yang sedang dialami Lintar saat ini. “Aku tahu kok, kamu
pasti rindu sama papimu. Aku juga rindu sama papaku,”
“Cinta dalam hatiku hanyalah untuk dirimu… Takkan terganti dihatiku
selamanya… Tak mungkin bisa ku hidup tanpa kasih sayangmu… Separuh
jiwamu tlah di hatiku…” Lintar bernyanyi.
“Kamu menyanyikan lagu siapa?” Nyopon bertanya, “Aku belum pernah mendengar lagu itu.”
“Itu lagu ciptaanku sendiri,” Lintar menjawab tanpa bermaksud menyombongkan diri, “Judul lagunya ‘Nyawa Hidupku’”.
Nyopon memuji Lintar, “Hebat! Kau sudah menciptakan lagu…”.
“Hehehe…” Lintar hanya tertawa dan tersenyum.
“Walaupun orangtua kita berada jauh di sana, mereka tetap menjadi
‘Bintang Yang Bersinar’ di hati kita…” ujar Nyopon sambil memandang
bintang.
“Mereka takkan terganti di hati kita selamanya…” kata Lintar.
Lintar berkata sambil memandang langit, “Janganlah pernah kau
tinggalkan diriku, tetaplah tinggal di hatiku selamanya, karena kau
adalah nyawa hidupku…”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar